16 Agust

Kelar 2019, Pelabuhan Patimban Punya Akses Jalan Layang

Jakarta – Pembangunan Pelabuhan Patimban di Jawa Barat sudah dimulai pada Agustus 2018 ini. Pada tahap awal ini, pelabuhan yang akan memiliki terminal peti kemas terbesar kedua setelah Tanjung Priok ini terlebih dahulu akan menyediakan terminal kendaraan.

Guna mendukung proyek strategis nasional tersebut, jalan akses menuju pelabuhan juga mulai dibangun. Ditandatanganinya kontrak paket konstruksi dan supervisi senilai total Rp 1,2 triliun menjadi alarm dimulainya pembangunan jalan akses.

Pembangunan jalan akses sendiri menjadi modal penting dalam menunjang pengoperasian terminal kendaraan pelabuhan Patimban yang rencananya rampung pada April 2019 mendatang. Meski pembangunan jalan akses akan memakan waktu lebih lama, namun usaha percepatan menjadi penekanan untuk bisa dilaksanakan.

“Strategi percepatan, misalnya alat yang tadinya tersebar bisa sekaligus. Tiang pancangnya bisa segera dimulai pembangunannya. Itu hal yang biasa tetapi terhadap kualitas tetap jadi fokus utama,” kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto di kantornya, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

1. Didanai Utang dari JICA

Penandatanganan paket konstruksi dilakukan untuk jalan akses sepanjang 8,2 km dengan nilai Rp 1,2 triliun (termasuk paket supervisi). Konstruksi akan dilakukan oleh kerja sama operasi Shimizu-PT PP-Bangun Cipta Konstruksi selama 18 bulan.

“Pembangunan jalan akses Patimban akan terkoneksi dengan jaringan jalan nasional, yakni dengan jalan pantura untuk jangka pendek dan jangka panjang akan terhubung lewat tol ke Cipali,” kata Dirjen Bina Marga Sugiyartanto.

Pembangunan jalan akses pelabuhan patimban didanai melalui pinjaman JICA sebesar ¥ 11,535 miliar (konstruksi ¥ 10,736 miliar dan supervisi ¥ 799 juta). Jalan akses tersebut akan dibangun dengan konstruksi melayang yang terdiri atas pile slab 5,9 km dan flyover 1,6 km.

Jalan akses patimban adalah bagian dari program pembangunan pelabuhan patimban, di mana pelabuhan patimban akan menjadi pelabuhan peti kemas terbesar kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok. Pembangunan jalan akses ke pelabuhan Patimban diharapkan membawa peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Pantura.

2. Ditarget Kelar Lebih Cepat

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan pembangunan jalan akses pelabuhan patimban diharapkan bisa rampung lebih awal dari masa pelaksanaan di kontrak. Dengan estimasi waktu 18 bulan pengerjaan setelah surat perintah mulai kerja (SPMK) dikeluarkan, pembangunan jalan akses patimban seharusnya rampung pada awal 2020.

“Pekerjaan jalan akses ditarget selesai pada akhir 2019. Meski waktu pelaksanaan sekitar 18 bulan, harapannya bisa kita dapatkan nilai manfaat yang lebih awal atau percepatan dua tiga bulan lebih awal,” kata Sugiyartanto.

Sugiyartanto menilai percepatan pembangunan bisa dilaksanakan mengingat pembebasan lahan sudah mencapai 95%. Dia bilang pembebasan lahan hanya menyisakan pada bundaran di jalur Pantura.

“Oleh karena itu perlu usaha ekstra untuk memastikan tepat waktu, sasaran, manfaat dan biaya,” jelasnya.

Meski dilakukan percepatan, namun aspek keselamatan dalam pengerjaan juga tetap harus diperhatikan. Termasuk memastikan kelengkapan administrasi untuk pekerjaan kontraktor dan sub kontraktor agar tak ada klaim yang menghambat di akhir pengerjaan.

“Oleh karena itu teman-teman supervisi diingatkan, saya tidak berharap ada potensi klaim karena ada administrasi kontraktual yang tidak tertib sehingga menambah pekerjaan,” jelasnya.

3. Dibangun Melayang

Tipe konstruksi jalan akses Pelabuhan Patimban sebagian besar akan dibangun dengan jalur melayang atau off grid. Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan sepanjang 5,9 km jalan akan dibangun di atas tiang dengan menggunakan pile slab, lalu 1,6 km akan dibangun dengan tipe flyover dan sisanya sekitar 700 meter di atas timbunan tanah.

“Konstruksinya sebagian besar melayang karena tanahnya tanah lunak. Jadi cukup panjang juga,” katanya.

Total panjang jalan akses pelabuhan patimban mencapai 8,2 km dengan lebar jalan 9,75 meter di kedua lajur. Pekerjaan awal akan dimulai dari jalan di dekat pelabuhan, sementara pembebasan lahan saat ini sudah mencapai 90%.

“Jadi nanti masuknya dari jalur pantura masuk ke arah pelabuhan,” kata Sugiyartanto.

4. Akses ke Patimban Juga Akan Dibangun Tol

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan setelah jalan akses tahap I ini rampung, pihaknya akan segera melanjutkan pembangunan akses ke Patimban tahap II melalui jalan tol. Jalan tol tersebut diperkirakan panjangnya mencapai 32 km dan akan tersambung langsung dengan tol Cipali.

“Yang keduanya nanti dari tol Cipali langsung nyambung ke Patimban sekitar 30-an km. Tapi pembangunan untuk tol nanti bertahap. Sekarang baru perencanaan awal,” katanya.

Sugiyartanto mengatakan pembangunan tol akses ke Patimban akan melihat kebutuhan jaringan menuju Pelabuhan Patimban. Pelabuhan Patimban tahap I berupa car terminal sendiri diproyeksi baru rampung pada 2019.

“Untuk tol yang akses dari Cipali nanti kita lihat dari sisi pemenuhan jalannya. Kalau dia menunjukkan tingkat kepadatan tinggi itu bisa kita percepat. Dilihat dari kebutuhan signifikan untuk realitanya seperti apa,” jelas Sugiyartanto.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo menjelaskan saat ini pembangunan Pelabuhan Patimban sendiri tengah dimulai di lokasi. Kementerian Perhubungan sudah menyerahkan proyek ini pada konsorsium Penta Ocean-Toa-Rinkai-PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT PP (Persero) Tbk untuk digarap.

“Sekarang pembangunan sedang jalan. Mereka sedang persiapan. Realnya memang saya belum ada update, tapi mereka kan perlu alat-alat persiapan untuk kerja di laut. Karena akses ke pembangunan pelabuhan dari laut semua dan sementara jalan darat ada eksisting road,” katanya saat ditemui di di Gedung Bina Marga, Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Pembangunan Pelabuhan Patimban tahap I akan menyelesaikan terminal kendaraan atau terminal car. Pelabuhan Patimban akan memiliki terminal kendaraan dengan dermaga sepanjang 300 meter serta terminal peti kemas 420×35 meter.

“Kita kan target soft opening april 2019. Nanti jalan aksesnya menyesuaikan. Tapi harus sudah bisa dilewati. Nanti kita sinkronisasi antara pembangunn pelabuhan dan jalan sehingga nanti tahapannya April 2019 sudah bisa dilewati untuk car terminal,” jelasnya.

Oleh : Eduardo Simorangkir – detikFinance

Rabu, 15 Agu 2018 08:41 WIB

( Dikutip dari https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4166758/kelar-2019-pelabuhan-patimban-punya-akses-jalan-layang/1 dan diakses pada Kamis, 16 Agustus 2018 – 15.00 WIB )

 

Ekonomi

0 Comment

related posts

add a comment